feng shui….men!!udah njajah para desiner negeri yang notabene sedang nyari identitas desain lokal!!(gua nggak anti tionghoa, gua orang aseli jawa kelahiran kalimantan..mereka inspirasi saya)
bermula dari kunjunganku ketempat temen seperguruan dulu…di akademi setahun yang ngodok kami untuk sok tahu tentang dunia desain…dunia yang tabu untuk kami selami…dia ngeliatin sebuah buku fotokopian yang berjudul feng shui dan dunia desain ( kalo nggak salah )…what a fuck…kami berbicara tentang nostagia, ngobrol dengan diselingi kepulan asap rokok lecek dan seliweran temennya yang minta ijin pulang ke peraduan mereka..tak lupa gadis manis yang menyapa kami..manis….dan ngeloyor pergi dengan senyuman…manis….dengan jilbab ngantung..manis…..udah ah..kaya semut..he..he..he..( yeah..yeah…semut hitam…yeah…,lho?! ). Oya, back to topic….setelah beberapa kali omongan kami ga jelas juntrungannya…kami mulai teringat seorang dosen yang kadang menekankan pengunaan feng shui dalam omongannya dan…terjadilah…temenku itu memperlihatkan buku kuning, fotokopian, dengan judul cetak tebal..feng shui…otakku mulai panas apalagi hati ini (yeudeuh..kaya lirik lagu ). Anjing!!!…budaya cina..dari kungfu yang selalu menghiasi sebuah stasiun tv swasta kita dan seringkali diputar ulang, illustrasi cat air dan khasnya goresan kuas serta warna yang mandarin banget….keuletan mereka dalam mengais rejeki sampai feng shui…menjajah pikiran dan digma kita, perlahan mengerogoti otak kanan untuk menerapkan pedoman itu…kenapa??apakah warisan lokal belum cukup..kejawen atau primbon misalnya….ingat dosenku itu lagi yang selalu ngomong kalo dia menerapkan pedoman itu nggak seratus persen ( 99,99% sama nggak ya? )..hanya mengambil hal-hal yang sudah serasi dan balance dengan teori desain yang telah diterapkan dari dulu. feng shui adalah ilmu yang mengatur karya dari sisi kesopanan dan kaitannya dengan simbol alam dan semesta, misalnya seperti pengaturan perabotan rumah yang dilihat dari sisi simbolisasi alam dan aliran hawa kehidupan. Saat ini aplikasi tersebut pun udah merambah dunia artis grafis dengan ketentuan teori desain tentunya. Oya, kadang akupun mengira bahwasanya wajah atau tekstur muka itu adalah aplikasi Tuhan terhadap grafis semesta terutama manusia dan sering kuplesetkan hal itu untuk mengejek temen-temenku bahwasanya wajah mereka secara rahang, mulut, mata, hidung, dahi, dll dah…ada aja yang nggak sesuai dengan aturan feng shui….ha..ha..ha….( sensasi bagiku..padahal gua juga sama kaya mereka..ha..ha..ha ). Teryata dahsyat yah perkembangan dunia desain lokal tapi..apakah harus dengan aplikasi dogma yang bukan berasal dari negeri kita..kejawen atau primbon pun secara dogma nggak kalah jauh menilai alam dan semesta serta kehidupan..kenapa kita nggak mengunakan hal itu sebagai embel-embel produk lokal…kenapa?…atau sebuah dogma lokal lainnya yang juga mengatur hal itu?!, yang berbentuk kreatifitas lokal…dan image identitas desian lokal!….apakah multikultur indonesia harus jadi aplikasi fungsi produk non negeri terhadap identitas lokal…memang idonesia multi tapi dalam percampuran agama yang notabene banyak perbadaan pun masih ada hal-hal kemanusiaan (sebagai faktor ) yang melekatkan hati kedua belah pihak secara umum. Ayo bangun dunia lokal dengan citarasa lokal banget!

Tulis sebuah Komentar

*
*